Hujan membasahi bumi sore itu, membasuh dedaunan dan menyisakan aroma tanah basah yang menenangkan. Di sudut ruang yang remang, seorang ibu duduk termenung, jemarinya perlahan mengusap bingkai foto yang usang. Di sana, senyum seorang pemuda terbingkai rapi, membawa serta kenangan yang tak lekang oleh waktu. Anaknya, buah hati yang telah lama pergi merantau, jauh di negeri seberang. Kabar tak selalu datang secepat angin, dan rasa rindu seringkali menjelma gelombang yang menghantam dada. Terkadang, sang ibu merasa sendirian, menanggung beban kerinduan yang berat. Ia ingin tahu apakah anaknya baik-baik saja, apakah ia makan teratur, apakah ia bahagia di sana. Namun, jarak membentang luas, memisahkan raga dan membatasi kata. Suatu hari, sang anak menelepon. Suaranya terdengar lelah, namun tetap berusaha terdengar ceria. "Ibu, bagaimana kabar Ibu di sana?" tanyanya lembut. Sang ibu menahan napas, berusaha agar suaranya tak bergetar. "Alhamdulillah, Ibu baik-baik saja, Nak. Ka...